Pengambilan Posisi di Jalan

Pengambilan posisi yang tepat di jalan adalah resep utama untuk menghindari kecelakaan dalam bersepeda. Dengan beberapa pengecualian, cara teraman bersepeda adalah dengan mengikuti arus lalu lintas normal. Anda akan sampai tujuan lebih cepat, dan lebih kecil risiko mengalami kecelakaan dibanding yang bersepeda seenaknya.

Secara umum, semakin anda mengikuti pola normal lalu lintas maka semakin mudah diterka pergerakan anda sehingga semakin aman bagi semua pihak. Ingat, pengendara sepeda memilik hak dan kewajiban yang sama dengan pengguna jalan lain. Aturan di jalan raya melindungi anda dengan membuat jelas apa yang akan anda lakukan berikutnya.

JANGAN MELAWAN ARUS.

Ada yang berpendapat lebih aman bersepeda di sisi kanan jalan dengan alasan dapat lebih mudah memantau trafik yang datang dari arah depan. Tapi jika kita perhatikan gambar di atas , akan sangat mudah terjadi kecelakaan di persimpangan jika bersepeda melawan jalur – anda akan menjadi korban sekaligus berada di pihak yang salah. Dan jika terjadi kecelakaan, penyepeda yang akan merasa paling sakit. Apapun keuntungan melawan arus, tidak sebanding dengan risikonya.

DI ANTARA LAJUR PARKIR dan LAJUR CEPAT

Intinya : jangan bersepeda terlalu ke sebelah kiri, sehingga terlalu dekat dengan mobil parkir.

Ambilah posisi yang agak ke kanan (lebih ke tengah) sedikit agar lebih aman. Jangan merasa bersalah mengambil lajur jalan untuk keselamatan anda.

A. Jangan bersepeda terlalu ke sebelah kiri. Karena anda akan berada pada blindspot dari mobil yang akan masuk dari persimpangan di depan anda. Mobil tersebut juga akan berada pada blindspot anda. Sehingga tidak cukup waktu untuk bereaksi jika anda mencapai persimpangan.

B. Jika anda bersepeda terlalu kiri mendekat lajur parkir, maka mobil di belakang anda akan tergoda untuk menyalip dengan cara memepet sehingga anda terjepit pada dua mobil. Jika anda bersepeda lebih ke kanan, maka mobil di belakang anda akan harus mengambil lintasan lebih ke kanan lagi untuk menyalip anda. Jika jalan tidak cukup lebar untuk menyalip, maka biar saja. Mau di posisi manapun anda, mobil tersebut tetap tidak akan dapat menyalip. Jangan sampai merasa terintimidasi oleh pengendara yang tidak sabaran.

C. Jangan bersepeda terlalu dekat dengan mobil yang terparkir karena anda bisa mendapatkan door prize. Supir yang akan keluar dapat membuka pintu tiba-tiba tanpa memperhatikan sepeda yang datang dari belakang sehingga anda akan menabrak pintu tanpa memiliki waktu untuk bereaksi. Bahkan jika anda sempat bereaksi dengan bergerak ke kanan, anda berisiko ditabrak dari belakang. Bersepedalah dengan jarak yang aman dari mobil yang terparkir (lk. 1 m)  sehingga anda tidak berada pada blindspot. Jika ada pintu membuka tiba-tiba maka anda tidak akan menabraknya.

Jangan berkelok keluar-masuk lajur parkir mobil. Mobil yang berjalan dari arah belakang tidak selalu dapat melihat anda saat anda masuk ke lajur parkir. Demikian juga saat keluar dari lajur parkir, mobil yang melaju tidak selalu dapat mengantisipasi kemunculan anda. Jauh lebih aman bersepeda dalam suatu garis lurus yang mudah diprediksi, di mana semua orang dapat melihat anda.

Pengendara mobil lebih jengkel jika harus menghadapi kemunculan penyepeda yang tidak terduga dengan pergerakan tiba-tiba.

PADA JALAN YANG LEBAR

Jangan bersepeda terlalu kiri dekat trotoar. Jika terlalu kiri, jalur anda bisa dipotong oleh mobil yang menyalip hendak berbelok kiri dan anda tidak memiliki ruang untuk menghindar. Bersepeda agak ke tengah  sedikit sehingga anda memiliki ruang untuk menghindar jika jalur anda dipotong. Selain itu, dengan mengambil posisi lebih ke tengah akan menyulitkan mobil yang datang dari belakang memotong jalur anda.

Ada dua situasi perkecualian terhadap aturan ini. Pertama saat anda baru menuruni punggungan tajam, motoris di belakang punggungan tidak dapat melihat anda sehingga lebih baik agak ke kiri sampai kecepatan anda bertambah. Kedua, pada jalur cepat yang lebar tanpa persimpangan, terutama untuk menghindari hembusan angin dari kendaraan besar (truk dsb) yang melaju cepat.

PADA JALAN SEMPIT DUA ARAH

Pada jalan dua arah yang masing-masing hanya memilik satu lajur sempit, mobil akan pindah ke lajur kanan untuk menyalip kendaraan di depannya.

Tetap waspada terhadap mobil dari arah berlawanan saat mereka hendak menyalip. Terlebih jika ada pengemudi mobil yang tidak mengindahkan keberadaan sepeda dari arah depan dan memaksa menyalip dengan mengambil lajur anda. Benar atau salah dari sisi hukum tidak terlalu berarti jika anda telah menjadi korban. Kecuali mungkin untuk ahli waris anda.

Jika mobil datang dari satu arah (dari depan atau belakang anda – tapi tidak sekaligus) pada jalan sempit, bersepadalah agak ke kiri sehingga mobil dapat melewati anda dengan aman.

Tapi jika mobil-mobil datang dari dua arah sekaligus, anda tidak dapat membiarkan mobil di belakang anda memaksa menyalip dengan memepet anda di jalur yang sama (karena jalur kanan sudah diambil mobil dari arah depan). Lihat ke belakang anda; jika ada mobil, bersepedalah agak ke sedikit ke tengah, dan mobil di belakang anda akan harus melambat mengikuti anda. Berikan tanda “pelan-pelan” (tangan kiri terentang ke bawah – apa bener begini? cmiiw) untuk menunjukkan bahwa anda sadar ada mobil di belakang anda dan mereka tidak aman untuk menyalip saat ini. Anda memiliki hak yang sama dengan pengguna jalan lain dan anda berhak untuk membuat lalu lintas melambat demi keselamatan anda. Pengemudi dari belakang harus melambat jika memang tidak aman untuk menyalip.

Tapi ingat, tetap jaga tata krama di jalan. Jika memang sudah aman bagi mobil di belakang untuk menyalip, maka berilah tanda bahwa mobil dapat menyalip saat ini. Jika arus dari arah berlawanan padat dan anda menghambat lalu lintas terlalu lama, maka sebaiknya anda menepi dan membiarkan mobil2 lewat.

Hindari terjadinya posisi berjajar tiga seperti di bawah ini. Jika anda mengambil posisi di kiri sekali, maka anda mengundang mobil di belakang untuk menyalip dan kemungkinan anda akan dipepet keluar jalan. Daripada tabrakan dengan mobil di depannya, mobil yang menyalip akan lebih memilih memepet anda – pilihan yang tidak terlalu sukar.

Ambil posisi agak ke tengah jika anda menemui tikungan tajam agar terlihat lebih awal oleh trafik dari arah berlawanan. Juga agar mobil di belakang tidak tergoda untuk menyalip anda di tikungan karena menganggap sepeda tidak dapat melaju kencang.

PADA JALAN DENGAN LAJUR GANDA YANG SEMPIT

Jika jalan memiliki dua lajur searah, bersepeda agak sedikit ke tengah dari lajur kiri. Jika ada mobil yang menyalip maka biarkan menyalip dengan berpindah ke lajur cepat.

Jika bersepeda terlalu kiri pada lajur lambat tersebut maka mobil di belakang akan tergoda untuk menyalip anda tanpa berpindah jalur. Dan hasilnya anda akan dipepet keluar jalan. Jika mobil di belakang mengklakson terus menyuruh anda minggir karena ingin menyalip di jalur lambat, jangan dituruti. Beri tanda bahwa mereka harus menyalip di lajur cepat. Tidak sulit bagi mobil untuk menyalip sepeda dengan berpindah ke lajur cepat.

JIKA MELAJU SECEPAT MOBIL
Tidak selamanya mobil bergerak lebih cepat dari sepeda, sepeda dapat bergerak secepat mobil atau bahkan lebih cepat. Misalnya di jalan padat dalam kota atau saat anda melalui turunan. Jika menemui situasi demikian, bergeraklah sejalur / segaris dengan mobil. Saat di turunan, anda berkecepatan tinggi dan butuh ruang lebih untuk berbelok dan mengerem. Selain itu berbahaya untuk bersepeda bersisian dengan mobil di sebelah kiri, karena anda kemungkinan akan berada pada blindspot pengendara mobil. Dengan berkendara sejalur dengan mobil maka anda akan lebih mudah terpantau pengendara mobil.
Posisi teraman dalam lalu lintas bukanlah tergantung pada apa yang anda kendarai, melainkan pada seberapa cepat anda dan kemana arah anda bergerak. Jika anda masih dapat mengikuti mobil di depan anda, maka tetaplah dalam barisan tersebut.

Jika mulai keteteran tertinggal, maka bergeraklah ke kiri, jangan menghambat mobil di belakang anda. Jika anda dapat bergerak lebih cepat dari mobil di depan, menyaliplah dari kanan , selayaknya sedang mengendarai mobil. Sebelum menyalip perhatikan lalu lintas dari belakang, pastikan anda aman untuk berpindah ke lajur untuk menyalip.

Jaga jarak dengan mobil yang disalip dan ambil posisi dimana pengemudi mobil tersebut dapat melihat anda. Jika menyalip truk atau bus, beri jarak yang lebih lebar lagi (1.5-2 m). Jika mobil yang akan disalip ternyata menambah kecepatan, maka rem perlahan untuk kembali ke posisi di belakang mobil tersebut.Berkendara terlalu ke kiri, terlalu dekat dengan sisi jalan akan sangat berbahaya bagi pengendara sepeda. Penyepeda takut akan disalip dekat sekali oleh motoris atau merasa terintimidasi oleh motoris yang tidak sabaran. Jangan terintimidasi. Ambil tanggung jawab untuk keselamatan anda sendiri, bahkan jika lalu lintas lain harus melambat mengikuti anda.

Selamat bersepeda dengan selamat.

Diadaptasi / dimodifikasi dari artikel Where To Ride On the Road

Disclaimer : ini belum mengikutsertakan faktor antiknya kelakuan pengendara sepeda motor di Indonesia🙂

, , , ,

  1. Leave a comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: