Menghindari Sepeda Tertabrak Mobil

Pelajaran penting dalam keamanan bersepeda

Diterjemahkan Amri Rosyada secara bebas dari artikel  How To Not Get Hit By Cars oleh Michael Bluejay.

Catatan : ini diterjemahkan dari artikel berbahasa inggris dengan sistem lalu lintas stir kiri – disesuaikan sebisanya oleh penterjemah untuk kondisi lalu lintas Indonesia.Jadi kalau ada yang kurang pas, harap maklum. (masih belum final)

Artikel ini memaparkan sebab-sebab anda dapat tertabrak mobil dan bagaimana menghindarinya. Ini berbeda dengan petunjuk keamanan bersepeda biasa, yang umumnya sekedar menyuruh untuk memakai helm dan mengikuti aturan lalu lintas. Tapi coba renungkan sebentar : memakai helm sepeda tidak akan dapat menghindari anda tertabrak mobil. Tentu helm akan membantu jika anda tertabrak, tapi semestinya tujuan #1 anda adalah menghindari tabrakan.  Banyak penyepeda yang celaka tertabrak mobil walapun mereka menggunakan helm. Ironisnya, jika mereka mengendarai tanpa helm tapi mengikuti petunjuk2 berikut, mereka mungkin selamat. Jangan percaya pada mitos bahwa menggunakan helm adalah aturan pertama dan terakhir dalam keamanan bersepeda. Pada kenyataannya, sedikit upaya pencegahan lebih berharga dari banyak upaya pengobatan. Lebih baik tidak tertabrak. Itu adalah keamanan bersepeda yang sebenarnya.

Saran bersepeda aman yang umum selain ‘menggunakan helm’ adalah ‘mengikuti aturan lalin’, tapi tentunya sebagian besar orang sudah paham bahwa menerobos lampu merah di perempatan merupakan hal yang bodoh. Jadi saran untuk ‘mengikuti aturan lalin’ tidak terlalu berguna saking jelasnya hal tersebut. Apa yang terdapat di artikel ini adalah beberapa skenario yang mungkin tidak terlalu jelas.

Masalah lain dari pesan ‘mengikuti aturan lalin’ adalah orang-orang mungkin berpikir bahwa hal itu sudah memadai. Tapi mengikuti aturan belum cukup untuk membuat anda aman, sama sekali tidak cukup. Contoh : aturan menyuruh anda untuk bersepeda di lajur kiri (se-kiri mungkin) laiknya hal itu dapat selalu dipraktekkan. Tapi jika anda bersepeda terlalu jauh ke kiri, seseorang yang keluar dari mobil terparkir bisa saja membuka pintu mobilnya di depan anda dan anda akan kurang terlihat oleh pengendara motor/mobil yang keluar dari sisi jalan dan tempat parkir, dan pengendara motor/mobil yang datang dari arah belakang akan menyalip anda terlalu dekat pada lajur jalan yang sama karena anda tidak membuat mereka berpindah lajur. Pada tiap kasus tersebut anda telah mengikuti aturan, tapi tetap saja dapat tertabrak. Artikel ini tidak terfokus pada aturan, tapi pada bagaimana agar tidak tertabrak mobil/motor. Sekarang mari kita lihat bagaimana melakukannya.

SEPULUH JENIS TABRAKAN DAN CARA MENGHINDARINYA

Jenis Tabrakan #1 : THE LEFT CROSS

01 - Left Cross

01 - Left Cross

Ini adalah cara paling sering orang tertabrak (atau hampir tertabrak) (sumber). Mobil keluar dari jalan samping / gang atau tempat parkir. Perhatikan bahwa ada dua kemungkinan tabrakan : anda di depan mobil dan mobil menabrak anda atau mobil di depan anda dan anda menabrak mobil tersebut.

Cara menghindari tabrakan :

  1. Pergunakan lampu depan. Jika bersepeda malam hari, wajib menggunakan lampu depan. Bahkan untuk siang hari, lampu depan yang dapat berkedip membuat anda lebih terlihat oleh mobil yang dapat memberi anda hantaman Left Cross. Pergunakan lampu LED yang dapat bertahan lebih lama dari lampu batere biasa. Paling bagus Lampu yang terpasang pada helm atau kepala, karena anda dapat langsung melihat pada supir untuk memastikan mereka melihat anda.
  2. Bel. Pasanglah bel yang nyaring dan pergunakan kapanpun anda melihat mobil mendekat atau menunggu di depan anda di sebelah kiri. Kalau tidak ada bel, berteriaklah “Hei!”. Mungkin anda akan risih ngebel atau teriak, tapi lebih baik malu daripada tertabrak.
  3. Kurangi kecepatan. Kalau anda tidak dapat kontak mata dengan supir (terutama malam hari), kurangi kecepatan sedemikian rupa sehingga anda dapat berhenti sepenuhnya jika diperlukan. Tentu kurang nyaman, tapi lebih baik daripada tertabrak. Melakukan hal ini telah menyelamatkan nyawa saya pada banyak kesempatan.
  4. Bersepeda lebih ke kanan. Anda mungkin terbiasa bersepeda di lajur ‘A’ pada gambar, sangat dekat dengan trotoar, karena anda khawatir tertabrak dari belakang. Tapi coba perhatikan mobil tersebut. Saat supir memperhatikan jalan untuk melihat arus lalu lintas, dia tidak melihat lajur sepeda atau wilayah yang dekat tikungan, dia melihat ke bagian tengah lajur untuk melihat jika ada mobil lain. Semakin kanan anda (seperti pada “B”), semakin besar kemungkinannya si supir melihat anda. Ada bonus tambahan di sini : jika pengendara mobil tidak melihat anda dan mulai melintas, anda mungkin masih bisa bergerak ke arah lebih kanan lagi, atau mungkin anda dapat meningkatkan kecepatan dan lolos di depannya sebelum tabrakan terjadi, atau menggeleser di kap depannya saat mereka mengerem. Singkatnya, hal ini memberikan anda beberapa pilihan. Karena jika anda tetap di sisi paling kiri dan mobil mulai melintas, ‘pilihan’ satu-satunya adalah menabrak sisi mobil di bagian pintu. Metode ini telah menyelamatkan saya pada tiga kesempatan, yaitu saat mobil yang akan melintas mengerem dan saya tidak terluka serta saat saya akan menghantam sisi mobil jika tidak bergerak ke arah lebih kanan.

Tentu ada untung ruginya. Bersepeda jauh di sisi kiri membuat anda tak terlihat oleh pengendara mobil / motor di persimpangan, tapi bersepeda lebih ke kanan membuat anda lebih rentan terhadap mobil dari arah belakang anda. Posisi lajur anda mungkin bervariasi tergantung dari seberapa besar jalan, jumlah mobil di sana, seberapa cepat dan seberapa dekat mereka menyalip, dan seberapa jauh anda dari persimpangan. Pada jalan dengan lalu lintas cepat dan sedikit persimpangan, anda bersepeda lebih ke kiri. Pada jalan dengan arus lalin lambat dan banyak persimpangan, bersepeda agak lebih ke kanan.

Jenis Tabrakan #2 : DOOR PRIZE

02 - Door Prize

Supir membuka pintu mobil tepat di depan anda. Anda akan menabrak pintu jika tidak dapat berhenti pada waktunya. Jika beruntung, si supir akan keluar dari mobil sebelum anda menabrak pintu, paling tidak anda puas dapat menghempaskan mereka juga saat terjadi tabrakan, dan badan mereka akan meredam benturan. Jenis tabrakan ini terjadi lebih sering dari yang anda bayangkan, dan kenyataannya penyepedah yang menabrak mobil terparkir adalah jenis tabrakan sepeda – mobil #1 di Santa Barbara (sumber)

Cara menghindari tabrakan :

Bersepeda lebih ke arah kanan. Bersepedalah agak ke kanan sedemikian rupa sehingga anda tidak akan menabrak pintu yang terbuka secara tiba – tiba. Anda mungkin khawatir berkendara terlalu jauh ke kanan sehingga mobil di belakang tidak dapat menyalip dengan mudah, tapi anda akan lebih mungkin menabrak pintu mobil yang parkir jika anda berkendara terlalu ke kiri daripada tertabrak dari belakang oleh mobil yang tentunya dapat melihat anda.


Jenis Tabrakan #3 : CROSSWALK SLAM

3 - Crosswalk Slam

Anda sedang bersepeda di  trotoar dan menyeberang dekat perempatan, saat sebuah mobil berbelok ke kiri, langsung mengarah ke anda.

Mobil tidak akan menduga ada sepeda melintas pada penyeberangan jalan, jadi anda harus sangat hati-hati dalam menghindari hal ini. Jenis tabrakan ini sangat umum terjadi. Suatu penelitian menunjukkan bahwa bersepeda pada trotoar dua kali lebih berbahaya dibandingkan dengan di badan jalan.

Cara menghindari tabrakan :

  1. Pergunakan lampu depan. Jika anda berkendara di malam hari anda mutlak harus mempergunakan lampu depan. Pada beberapa negara hal ini diharuskan oleh peraturan.
  2. Kurangi kecepatan. Kurangi kecepatan sedemikian rupa sehingga anda dapat berhenti sepenuhnya jika diperlukan.
  3. Jangan berkendara di trotoar. Menyeberang antar trotoar dapat menjadi manuver yang sangat berbahaya. Jika anda melakukannya dari sisi kiri jalan anda berisiko tertabrak seperti pada gambar. Jika melakukannya dari sisi kanan jalan, anda berisiko tertabrak dari belakang oleh mobil yang menikung ke kanan. Anda juga berisiko tertabrak oleh mobil yang keluar dari tempat parkir atau gang. Jenis tabrakan ini sulit dihindari, sehingga menjadi alasan agar anda tidak bersepeda pada trotoar. Dan alasan lain untuk tidak bersepeda di trotoar adalah anda membahayakan pejalan kaki. Sepeda anda berbahaya bagi pejalan kaki seberbahayanya mobil terhadap anda. Dan bersepeda di trotoar termasuk hal yang dilarang di beberapa negara. Jika anda berencana bersepeda di trotoar, lakukan dengan lamban dan ekstra hati-hati, terutama saat menyeberang antara dua sisi jalan.

Jenis Tabrakan #4 : THE WRONG WAY WRECK

04 - Wrong Way Wreck

Anda bersepeda pada jalur yang salah (melawan arus lalin, pada sisi kanan jalan). Mobil berbelok ke kiri dari suatu pertigaan, gang atau tempat parkir, langsung ke arah anda. Mereka tidak dapat melihat anda karena mereka hanya akan memperhatikan arus lalin dari arah kanan, bukan sisi kiri mereka. Mereka tidak punya alasan untuk menduga bahwa ada orang yang datang dari arah yang salah.

Lebih buruk lagi, anda dapat tertabrak mobil dari arah depan anda. Mereka memiliki lebih sedikit waktu melihat kedatangan anda dan untuk menghindar karena mereka mendatangi anda lebih cepat dari kondisi normal (karena anda mengarah ke mereka). Dan jika mereka menabrak anda, tabrakan yang terjadi akan lebih parah (karena kecepatan mereka dan kecepatan anda digabung jadi satu).

Cara menghindari tabrakan :

Jangan bersepada melawan arus. Bersepedalah searah dengan arus lalin.

Bersepeda melawan arus sepertinya ide yang bagus karena anda dapat melihat mobil yang datang dari arah depan. Tapi itu bukan ide yang bagus, karena :

  1. Mobil yang muncul dari parkiran, gang, perempatan (di depan anda dan dari arah kanan anda) saat berbelok kiri untuk masuk ke jalan, tidak menduga bahwa ada pengguna jalan datang dari arah yang salah. Mereka tidak akan melihat anda dan mereka akan langsung menabrak anda.
  2. Bagaimana anda akan bisa belok kiri jika demikian?
  3. Mobil mendatangi anda dengan kecepatan yang relatif lebih tinggi. Jika anda bersepeda dengan kecepatan 15 mph, maka mobil berkecepatan 35 mph dari arah belakang akan datang dengan kecepatan 20 mph saja. Tapi jika anda bersepeda melawan arus, maka mobil mendatangi anda dengan kecepatan 50 mph, yaitu dua kali lebih cepat!. Karena mereka mendatangi anda dengan lebih cepat, anda dan pengendara mobil memiliki lebih sedikit waktu untuk bereaksi. Jika tabrakan terjadi, akibatnya akan sepuluh kali lebih buruk.
  4. Bersepeda melawan jalur melanggar aturan lalu lintas dan anda dapat saja ditilang.

Sebuah penelitian menunjukkan bahwa bersepeda melawan arus lalin adalah tiga kali lebih berbahaya daripada mengikuti arus, dan bagi anak-anak risikonya menjadi tujuh kali lebih besar. (sumber)

Hampir seperempat tabrakan terkait dengan kasus bersepeda melawan arus. Beberapa orang membantah hal ini dengan mengatakan bahwa jika 25% tabrakan akibat melawan arus, maka bersepeda mengikuti arus adalah lebih berbahaya karena menyumbang 75% dari kasus tabrakan. Pemikiran ini keliru. Pertama, hanya 8% orang yang bersepeda melawan arus, tapi hampir 25% dari mereka tertabrak – berarti penyepeda yang melawan arus tiga kali lebih berisiko tertabrak dibanding yang mengikuti arus (75/92 << 25/8  – pent). Kedua, bersepeda melawan arus memancing terjadinya tabrakan, tidak demikian halnya jika bersepeda mengikuti arus. Contoh, penyepeda yang menerobos lampu merah atau tanda stop menyumbang 17% terhadap kasus tabrakan (sumber). Tapi apakah hal ini lantas disimpulkan bahwa mengikuti tanda lampu merah menyebabkan 83% tabrakan? Tentu tidak.

Jenis Tabrakan #5 : RED LIGHT OF DEATH

05 - Red Light of Death

05 - Red Light of Death

Anda berhenti di sisi kiri sebuah mobil yang tengah menunggu di lampu merah atau tanda stop. Mereka tidak dapat melihat anda. Saat lampu hijau, anda maju, mereka berbelok ke kiri, langsung ke arah anda.

Mobil kecilpun dapat menabrak anda di posisi seperti ini, tapi situasi ini terutama sangat berbahaya jika anda berhenti di samping bus atau truk. Seorang penyepeda di Austin AS tewas pada tahun 1994 saat ia berhenti di sisi kanan sebuah truk semi (cara lalin AS stir kanan – pent), kemudian truk tersebut berbelok ke kanan. Penyepeda tersebut kemudian tergilas oleh roda truk.

Cara menghindari tabrakan :

Jangan berhenti pada suatu titik yang tidak terlihat (blind spot). Cukup berhenti di BELAKANG sebuah mobil, bukan di sisi kiri seperti diagram berikut.

Position at Red Light

Position at Red Light

Ini membuat anda terlihat oleh pengendara lain dari semua sisi. Mustahil bagi mobil di belakang anda untuk tidak melihat anda jika anda berada tepat di depan mereka.

Pilihan lain adalah berhenti pada titik A seperti pada diagram di atas (pengendara mobil pertama dapat melihat anda) atau pada titik B di belakang mobil pertama (sehingga mobil pertama tidak akan memotong jalur anda) dan usahakan agak di depan mobil kedua (sehingga pengemudi mobil kedua dapat melihat anda). Tidak ada gunanya menghindari sisi kiri mobil pertama jika anda membuat kesalahan dengan berhenti tepat di sisi kiri mobil kedua. Salah satu dari dua mobil tersebut dapat memotong jalur anda.

Jika anda memilih titik A, bersepedalah secepatnya ke seberang jalan saat lampu berubah hijau. Jangan menengok ke mobil belakang untuk mengetahui apakah mereka akan berbelok atau tidak. Anda mengambil posisi A tentu dengan keinginan untuk menyeberang secepatnya. Saat lampu hijau, melajulah dengan cepat (tapi pastikan bahwa tidak ada mobil yang menerobos lampu merah dari jalur jalan  lainnya).

Jika anda memilih titik B, saat lampu hijau JANGAN menyalip kendaraan di depan anda – tetap ikuti dari belakang karena dia dapat sewaktu waktu berbelok ke kiri. Jika dia tidak langsung berbelok ke cabang jalan di kiri, dia mungkin saja berbelok kiri pada suatu jalan masuk lain atau parkiran tanpa terduga tiap saat. Jangan berharap bahwa pengemudi mobil akan memberikan tanda berbelok. Mereka tidak akan selalu memberikan tanda. (JANGAN SEKALI SEKALI menyalip dari sebelah kiri). Tapi usahakan tetap berada di depan mobil yang kedua sampai anda melewati perempatan, karena mobil tersebut dapat saja memotong jalur anda saat ia belok kiri.

Walaupun kami tidak menganjurkan untuk menerobos lampu merah, perhatikan bahwa jika tidak ada lalu lintas yang bersilangan  hal ini akan lebih aman dibandingkan dengan mematuhi lampu merah dan menunggu pada sisi blind spot sebuah mobil yang akan berbelok dan menabrak anda saat lampu berubah hijau. Intinya bukanlah anda harus melanggar aturan, tapi bahwa anda dapat celaka walaupun anda telah mengikuti aturan lalu lintas.

Berhati-hatilah saat anda melintasi mobil yang berhenti di sisi kiri jalan dekat lampu merah. Anda berisiko menabrak pintu yang dibuka oleh penumpang yang keluar dari sisi kiri mobil, atau tertabrak oleh mobil yang secara tiba-tiba masuk ke gang atau tempat parkir di sisi kiri jalan.

Jenis Tabrakan #6 : THE LEFT HOOK

06 - Left Hook

06 - Left Hook

Sebuah mobil mendahului anda dan mencoba untuk berbelok kiri langsung di depan atau tepat ke arah anda.

Mereka berpikir bahwa sepeda tidak dapat melaju kencang, jadi tidak mengira bahwa mereka tidak akan dapat menyalip anda pada waktunya.

Bahkan jika anda harus mengerem sekuat tenaga untuk menghindari tabrakan dengan mereka, mereka jarang merasa telah melakukan kesalahan. Jenis tabrakan ini sangat sulit dihindari karena anda tidak dapat melihatnya sampai saat terakhir, dan karena tidak ada ruang untuk menghindar jika hal ini terjadi.

Cara menghindari tabrakan :

  1. Jangan bersepeda di trotoar. Saat anda turun dari trotar menuju sisi seberang jalan, anda tidak akan terlihat oleh motoris. Anda mengundang diri anda untuk ditabrak jika anda melakukan hal ini. Keith Vick tewas akibat kecelakaan seperti ini di Austin, Texas Desember 2002.
  2. Bersepeda lebih ke kanan. Mengambil seluruh lajur jalan menyulitkan pengendara mobil menyalip dan berbelok memotong jalur anda. Jangan merasa bersalah karena mengambil seluruh lajur jalan : jika motoris tidak mengancam keselamatan anda dengan memotong jalur atau memepet saat menyalip, maka anda juga tidak perlu mengambil seluruh lajur.  Jika lajur yang ada tidak cukup lebar untuk mobil menyalip anda, maka bagaimanapun juga anda tetap harus mengambil seluruh lajur itu. Pengambilan Posisi di lajur jalan akan dipaparkan lebih detil pada bagian selanjutnya.
  3. Perhatikan spion sebelum mendekati percabangan jalan. (Jika anda belum memiliki spion di stang atau di helmet, anda harus memilikinya sekarang). Pastikan untuk memperhatikan spion dengan baik sebelum anda sampai di percabangan jalan. Saat anda melintasi persimpangan, anda harus memperhatikan dengan baik apa yang ada di depan anda.

Jenis Tabrakan #7 : THE LEFT HOOK, Part II

07 - Left Hook Part II

07 - Left Hook Part II

Anda sedang mendahului sebuah mobil (atau bahkan sepeda lain) yang berjalan lambat dari kiri, saat kendaraan tersebut mendadak berbelok kiri ke arah anda, saat mereka mencoba untuk masuk ke tempat parkir, pelataran rumah atau gang.

Cara menghindari tabrakan :

  1. Jangan menyalip dari kiri. Jenis tabrakan ini sangat mudah dihindari. Pokoknya jangan menyalip kendaraan apapun dari kiri. Jika mobil di depan anda hanya sedang berjalan 15 km/jam, kurangi juga kecepatan anda, di belakang mobil tersebut. Dia toh pada akhirnya akan melaju lebih cepat. Jika tidak, maka saliplah dari kanan jika cukup aman.  Jika beberapa mobil berhenti pada lampu merah, anda dapat mendahului dari kiri secara hati-hati. Ingat bahwa pintu mobil dapat terbuka sewaktu-waktu tanpa terduga saat ada penumpang turun dari mobil. Ingat juga bahwa saat anda menyalip dari kiri dan lalu lintas kembali berjalan saat lampu berubah hijau, anda dapat mengalami tabrakan seperti #5 The Red Light of Death. Perhatikan jika anda mengekor kendaraan yang berjalan lambat, bersepedalah di belakangnya, jangan pada titik blind spotnya yaitu langsung di sisi kirinya. Bahkan jika anda sedang tidak menyalip dari kiri, anda dapat saja menabrak kendaraan tersebut jika dia berbelok kiri sementara anda sedang berada di sisi kirinya. Beri ruang yang cukup untuk mengerem jika kendaraan tersebut berbelok.
  2. Lihat ke belakang anda sebelum berbelok kiri. Anda dapat menghindari tabrakan dengan penyepeda lain yang mengabaikan tip #1 di atas dan mencoba menyalip dari kiri. Tengok ke belakang untuk memastikan tidak ada penyepeda yang mencoba menyalip dari kiri. (ingat juga bahwa mereka dapat juga datang dari sisi trotoar di belakang anda). Rasa sakitnya tidak akan berkurang walaupun kesalahan disebabkan oleh penyepeda lain saat anda berbelok kiri dan mereka menabrak anda.

Jenis Tabrakan #8 : THE RIGHT CROSS

08 - Right Cross

08 - Right Cross

Sebuah mobil yang menuju ke arah anda berbelok kanan di depan atau langsung ke arah anda. Hal ini mirip jenis tabrakan #1 di atas. Penyepeda yang tertabrak dengan cara ini termasuk Dr. Lee Chilton, John Howell (mantan presiden Austin Cycling Association) dan Janne Osborne.

Cara menghindari tabrakan :

1. Jangan bersepeda di trotoar. Saat anda turun dari trotoar untuk menyeberang jalan, anda tidak terpantau oleh motoris yang akan berbelok.

2. Pergunakan lampu depan. Jika anda bersepeda pada malam hari, anda mutlak mempergunakan lampu depan. Bagaimanapun juga ini dipersyaratkan oleh hukum di banyak negara.

3. Pergunakan pakaian yang mencolok, bahkan di siang hari. Ini mungkin tampak konyol, tapi sepeda merupakan kendaraan kecil dan gampang tidak terpantau bahkan di siang hari. Rompi reflektif berwarna oranye atau kuning akan membuat perbedaan besar. Leg bands mengkilat juga mudah dan murah.

4. Jangan mendahului dari kiri. Jangan menyalip kendaraan lambat melalui sisi kiri. Anda tidak akan terlihat oleh motoris yang berbelok kanan  di perempatan. Menyalip dari kiri berarti kendaraan yang anda salip dapat juga berbelok kiri dan menabrak anda.

5. Kurangi kecepatan. Jika anda tidak dapat membuat kontak pandangan dengan pengendara mobil, terutama malam hari, kurangi kecepatan anda sehingga anda dapat berhenti sewaktu-waktu jika diperlukan. Tentu hal ini kurang nyaman, tapi lebih baik daripada tertabrak.

Jenis Tabrakan #9 : THE REAR END

09 - Rear End : Road Obstacles

09 - Rear End : Road Obstacles

Anda secara naluriah berkendara sedikit ke arah kanan untuk menghindari mobil yang sedang parkir atau hambatan lain, dan tertabrak oleh mobil yang datang dari belakang.

Cara menghindari tabrakan :

1. Jangan pernah bergerak ke arah kanan tanpa menengok ke belakang terlebih dahulu. Motoris kadang suka menyalip penyepeda dengan jarak hanya beberapa inci saja, jadi mendadak bergerak sedikit saja ke kanan dapat menempatkan anda lintasan mobil. Berlatihlah sampai mahir menjaga stang sepeda agar tetap lurus saat menengok ke belakang. Kebanyakan penyepeda pemula cenderung bergerak ke arah kanan saat menengok ke belakang, yang tentu saja sangat berbahaya.

09 - Rear End : parking lane

09 - Rear End : parking lane

2. Jangan berkelok keluar kedalam lajur parkir jika ada mobil parkir di lajur tersebut. Anda mungkin tergoda untuk bersepeda di lajur parkir saat tidak ada mobil terparkir di sana dan pindah ke lajur trafik jika menemui mobil terparkir. Hal ini menempatkan anda pada risiko tertabrak mobil dari belakang. Sebaiknya bersepedalah dalam suatu garis lurus pada lajur trafik.

3. Pergunakan spion. Jika anda belum punya, beli sekarang juga. Banyak model yang cocok untuk dipasang di handlebar, helm atau kacamata, sekehendak anda. Anda harus selalu melihat ke belakang sebelum bergerak ke kanan, tapi dengan memiliki spion akan membantu anda memantau trafik tanpa harus selalu melihat ke belakang.

4. Beri Aba-Aba. Jangan pernah bergerak ke kanan tanpa aba-aba. Rentangkan tangan kanan anda. Pastikan anda mengecek spion atau melihat ke belakang sebelum memberi aba-aba karena mobil yang melintas terlalu dekat dapat menyambar tangan anda.

Jenis Tabrakan #10 : THE REAR END, Part II

10 - Rear End Part II

10 - Rear End Part II

Sebuah mobil menabrak anda dari belakang. Ini adalah hal yang paling ditakuti kebanyakan penyepeda, tapi sebenarnya hal ini tidak terlalu sering terjadi, hanya 3.8% dari seluruh tabrakan. Tapi tabrakan jenis ini merupakan jenis tabrakan yang paling sulit dihindari karena anda tidak mungkin selalu memantau ke belakang anda. Akan semakin berisiko pada malam hari, dan saat bersepeda di luar kota di mana arus lalin lebih cepat dan penerangan kurang. Ketiga penyepeda yang tewas tertabrak dari belakang di Austin pada tahun 96-97 semuanya bersepeda pada malam hari, dan paling tidak 2 dari mereka tidak memiliki lampu pada sepedanya (sumber). Cara terbaik untuk menghindari tertabrak dari belakang adalah bersepeda pada jalan yang lebar atau pada jalur sepeda khusus, atau pada jalan dimana lalin bergerak lambat, dan memakai lampu saat bersepeda malam hari.

Cara menghindari tabrakan :

  1. Pergunakan lampu belakang. Jika bersepeda di malam hari, anda mutlak harus menggunakan lampu belakang berwarna merah yang berkedip-kedip. Bruce Mackey (head of bike safety, Nevada)  menyatakan bahwa 60% tabrakan sepeda di Florida disebabkan oleh penyepeda yang berkendara malam hari tanpa lampu. Tahun 1999, 39% kematian pengendara sepeda secara nasional terjadi antara jam 6 sore sampai tengah malam [USA Today, 10-22-01, attributed to the Insurance Institute for highway safety]. Toko sepeda menjual lampu belakang seperti itu dengan harga $15 atau kurang. Jenis lampu seperti ini biasanya menggunakan 2 baterai AA, yang bertahan selama berbulan-bulan (sekitar 200 jam). Saya ingin menekankan hal ini kembali : jika anda bersepeda pada malam hari, pakai lampu belakang.
  2. Perguanakan rompi reflektif atau segitiga pengaman. Perlengkapan reflektif dengan kualitas baik akan membuat anda lebih terlihat, bahkan di siang hari, bukan cuma di malam hari. Saya memiliki seorang teman yang bersepeda menjauhi saya sambil mengenakan perlengkapan reflektif tersebut di siang hari, dan saat dia berada sekitar seperempat mil, saya tidak dapat melihat dia atau sepedanya, tapi rompi tersebut tampak jelas. Pada malam hari, perbedaannya bahkan lebih nampak. Toko sepeda menjual rompi dan segitiga dengan harga $10 – $15. Selain itu, jika anda mendengar suara motoris mendekat, duduk lebih tegak akan membuat perlengkapan reflektif akan lebih terlihat.
  3. Pilih jalan yang lebar.  Bersepedalah pada jalan yang sisi luarnya lebar sehingga dapat memuat mobil dan sepeda secara berdampingan. Dengan demikian sebuah mobil dapat melewati anda dan menghindari menabrak anda, bahkan jika mereka tidak dapat melihat anda.
  4. Pilih jalan yang lambat. Semakin lambat mobil bergerak, semakin banyak waktu yang dimiliki supirnya untuk dapat melihat anda. Saya melintasi kota dengan cara melalui daerah perumahan. Belajarlah bagaimana melakukan ini.
  5. Pergunakan jalan alternatif pada akhir pekan. Bersepeda pada Jumat dan Sabtu malam lebih berisiko dibanding malam2 lainnya karena para pemabuk muncul bersliweran. Jika anda bersepeda pada malam akhir pekan, pastikan mempergunakan jalan2 perumahan daripada jalan arteri.
  6. Pergunakan spion. Pasang spion dan biasakan diri mempergunakannya. Jika tampakanya sebuah mobil tidak melihat anda, turun dari sepeda dan pindah ke trotoar. Spion berharga $5-15. Percayalah pada saya, setelah anda bersepeda dengan spion selama beberapa waktu, anda tidak akan mau bersepeda tanpa spion. Paranoid yang saya alami turun 80% setelah saya memasang spion. Jika anda belum yakin, setelah anda mempergunakan spion selama sebulan, copot spion dari sepeda dan cobalah berkendara. Perhatikan bagaimana anda terus melirik ke tempat di mana spion tadi berada, dan perhatikan bagaimana rasa kurang aman akibat tidak memakai spion.
  7. Jangan bersepeda terlalu pas di sisi jalan. Ini berlawanan dengan intuisi, tapi memberikan anda sedikit ruang antara anda dan sisi jalan. Hal ini memberikan ruang untuk bergerak menepi jika anda melihat kendaraan besar dari spion mendekat tanpa melambung secukupnya untuk menghindari anda. Selain itu, jika pas di sisi jalan, anda akan lebih mudah terkena left cross dari motoris yang tidak dapat melihat anda.

, , ,

  1. #1 by Ahmad A.P. on June 16, 2012 - 18:04

    Gw setuju ini berkendara sepeda dengan aman, intinya hampir sama kita dengan membawa motor.

  2. #2 by jakarta on August 13, 2015 - 02:25

    Thanks for finally talking about >Menghindari Sepeda Tertabrak Mobil | Nggremon <Loved it!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: